CONTOH PUISI TERBARU TENTANG SENJA: CERITA SENJA DARI PENIKMAT SENJA


CONTOH PUISI TERBARU TENTANG SENJA: CERITA SENJA DARI PENIKMAT SENJA
(foto senja yang kuabadikan ... cantik bukan ?)

Pernah nggak sih way …  waktu kecil … kalian punya pikiran yang aneh-aneh … bahkan bisa dibilang absurd banget. Aku yakin sih pasti adalah ya … termasuk aku sendiri… hhaaa.
Nah … kali ini … aku akan membagikan sedikit pikiran absurd aku sama kalian ketika aku masih kecil.
Jadi gini …
Aku dan temanku sedang duduk-duduk sambil bercengkrama gitu … nah …  waktu itu … hari udah beranjak maghrib … dan kulihat di ujung langit sana … warna langitnya jingga kemerah-merahan. Pikiranku yang super cerdas waktu itu … mengatakan pada teman-teman … bahwasanya … di situ adalah tempat neraka karena bentuknya seperti api yang menyala. Beragam reaksi dari teman-temanku. Ada yang bilang aku membual … gila … sambil ketawa mengejek … tapi ada juga yang mempercayaiku. Dia yang mempercayaiku mengangguk-anggukan kepalanya sambil berkata … baru tau aku. Hhaaa …
Kebetulan kemarin … aku melihat langit di sore hari … warnanya sama seperti yang aku lihat waktu masih kecil … aku seakan diajak nostalgia mengingat ceritaku kepada teman-temanku kalau itu adalah tempat neraka. dalam hatiku tertawa terbahak-bahak … tak menyangka aku bisa berpikiran seabsurd itu waktu kecil.
Sampai dewasa ini … aku suka melihat senja dengan pemandangan langit yang seperti itu. Entah kenapa … rasanya ada nuansa damai di dalam hati ketika aku melihat pemandangan itu sambil duduk menyendiri atau pun ditemani oleh orang-orang terkasih … hhee. Itulah sebabnya kenapa aku suka senja dan menjadi penikmat senja saat ini. Untukmu senja … aku telah membuatkan sebuah puisi untukmu … karena kau tahu … aku mengagumimu. Kuharap kau menyukainya (maafkan keabsurdanku ni way) … hheee

PUISI UNTUK SENJA
Kala sang senja datang menyapa
Menarik hati untuk memandang
Menatap  langit yang terbentang
Akankah dia datang ?
Kiranya langit bewarna jingga
Merona kemerah-merahan
Aku bahagia …
Sebentar lagi rindu ini kan silam
Aku tahu pertemuan kita tidak lama
Tapi cukup bagiku untuk bernostalgia
Bercerita tentang masa-masa kita
Oh ya senja …maukah sebentar saja
Kau tersenyum lebih senja dengan warnamu
Aku ingin mengabadikan pertemuan kita
Menyimpan paras cantikmu yang begitu indah

Pekanbaru, 07 Mei 2020
(Masa Pandemi, Covid-19, virus corona)

\

Post a comment

0 Comments